Kecenderungan
akan suatu gaya berbusana tertentu lazim disebut dengan trend mode. Dalam
kehidupan fashion ditandai dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam kurun
waktu tertentu. Perubahan yang mendasar pada mode merupakan bagian paling
penting dan menyatu dengan masyarakat (Sri Widarwati, 2000 :22). Menurut APPMI
trend 2012 dibedakan menjadi empat tema, yaitu :
1. Chromatic
Chromatic
sebagai perpaduan antara visualisasi energi dan pengalaman sensorial. Energi
yang bersifat intangible atau tidak dapat dirasakan, menjadi tangible atau
dapat dirasakan sebagai pengalaman sensorial melalui teknologi multimedia dan
multisensorial (APPMI, 2011:13).
a. Plexus
merupakan Kolaborasi garis – garis yang menciptakan spektrum dan gelombang
warna yang sangat atraktif dan hidup. Spektrum warna yang saling berpadu
membentuk karakter yang dinamis dan seolah –olah hidup. Garis – garis dalam
rangkaian warna yang menghipnotis.
Keyword : Spektrum warna, dinamis, gradasi, aural, garis, anyam
b. Pulse
merupakan cahaya yang muncul dan meredup membentuk rangkaian notasi warna –
warna dalam simponi cahaya. Keyword : gelap terang, pendar, ritmik
c. Motion
merupakan energi yang bersifat elektrik, menjalar, dan bergerak secara dinamis
dan membentuk alur garis kinetis yang kuat. Keyword : garis dinamis, kinetis,
cepat kilat, alur gerak
d. Flow
merupakan energi cahaya yang berpadu mencair dan memudar memberikan kesan
tenang dan lembut. Misalnya kain ikat dengan variasi ikatan menghasilkan corak
gradasi yang menarik. Keyword : memudar, berkabut, lembut, berpadu, transparan,
gradasi
e. Color
Bold merupakan perpaduan warna yang disusun secara acak memunculkan kekuatan
permainan warna yang aktif dan atraktif. Keyword : warna corak, blok, polos,
naif.
(APPMI, 2011:14- 25).
2. Compass
Semangat petualangan dirasakan dalam sebuah pengalaman yang
menjadikan rutinitas biasa menjadi lebih menarik. Teknologi berbasis lokasi
geosatelit membuat kita lebih peka terhadap ruang dan arah. Kita merasakan
sensasi menjadi warga dunia ketika informasi dengan tanpa batas berpindah
secara cepat tanpa terhalang batas –batas fisik. Sentimen masa lalu ikut mewarnai tema ini ketikadalam
dunia modern yang sangat digital ini kita masih memendam ikatan emosional
terhadap segala hal yang lampau dan analog. “Terinspirasi dari campuran antara
elemen modern kontemporer dengan inspirasi keterampilan lokal yang menjadi
tradisi turun temurun, menghasilkan suatu bentuk dan konsep baru dalam
memandang desain kontemporer” (APPMI, 2011: 27).
Ada
beberapa subtema dalam compass, yaitu :
a. Cartography
merupakan perspektif kontur peta memberikan inspirasi pada tekstur yang
menarik. Keyword : kontur bumi, topografi, area, pola abstrak.
b. Strap
merupakan ringan namun kuat. Mengesankan semangat pengembara atau suku nomaden
yang menggunakan struktur bongkar pasang susun. Keyword : ikat, praktis,
ringan, kuat. Identik dengan kepraktisan dan keringkasan.
c. Geo
– Ethnic merupakan pola dan motif geometrik yang ditemui pada bahan –bahan
tradisional, misalnya teknik tambal pada busana adat pria nias, yang
tersusundari potongan – potongan kain yang dijahitkan diatas kain beludru
hitam. Pola repetisi geometris etnis ini menarik untuk masuk ke dalam gaya
kontemporer. Keyword : goemetris, multiwarna, pengulangan, kontras, etnik,
tradisional, modern.
d. Craftlore
memadukan elemen modern dengan tradisional. Menghidupkan kembali keahlian
kerajinan tangan handcrafted sebagai tradisi yang menjunjung keunikan dan
tingkat kemampuan yang tinggi baik dalam proses maupun apresiasi. Keyword :
kerajinan tangan, pengrajin, keahlian tradisional, bentuk kontemporer, multi color,
etnik.
e. Fix
it merupakan mentalitas memperbaiki dan mengakali objek menghasiklan
ketidaksempurnaan yang memberikan karakter tersendiri. Keyword : upcycling,
fix, patch, imperfections.
(APPMI, 2011:30 - 43)
3. Citi
– zen
Modernitas membawa kemajuan
namun di sisi lain juga telah mengganggu keseimbangan alam. Timbulnya
kerusakan pada bumi memunculkan kesadaran baru oleh sebagian manusia untuk
menjaga keseimbangan tersebut dengan kembali bersinergi dengan alam seperti
filosofi masyarakat Badui. Inovasi manusia masa kini yang mencerminkan
kesieimbangan terinspirasikan dari nilai – nilai luhur manusia masa lampau yang
dekat dengan alam.
Ada
beberapa subtema dalam citi-zen, yaitu :
a. Essential
merupakan penyederhanaan maksimum dalam mengolah material untuk mencapai esensi
fungsi dan bentuk. Tidak berlebihan, tanpa gangguan ornamen, jujur, polos dan
tidak basa – basi. Kesederhanaan dalam suatu objek dapat menjadi suatu
kelebihan tersendiri. Pengolahan warna secara simpel menjadikan suatu objek
nampak natural dan lembut. Keyword : mendasar, unpolish, potongan halus,
praktis, soft wood, warna pastel, esensial, natural.
b. Cleanique
merupakan steril dan transparan, seperti dalam sebuah lingkungan yang terkontrol,
bersih dari segala gangguann noise baik pada warna maupun ornamen. Warna putih
dan warna lembut menjadi warna dominan. Keyword : transparan, bersih, putih,
tanpa ornamen, polos, klinis.
c. Tranquil
merupakan keseimbangan dapat diwujudkan melalui penambahan elemen alam kedalam
keseharian yang sibuk seperti taman zen yang memiliki sifat dan menenangkan.
Keyword : ptih, hijau, hitam, natural, sederhana, garis, tenang, alur, minimal.
d. Organic
merupakan karakteristik berbagai elemen alam yang diolah dalam desain
memberikan aksen organik dan natural yang melembutkan dan menyiratkan
kesederhanaan. Keyword : lipatan, daun, konstruksi, lembaran, terlihat ringan.
(APPMI, 2011: 47 - 59)
4. Cosmic
Teknologi telah berhasil menjembatani batasan antara dua
dunia virtual dan dunia riil, tangible dan intangible. Dengan mudah apa yang
kita proyeksikan secara virtual dapat diwujudkan secara langsung melalui 3D
print, sebaliknya digitalisasi memudahkan informasi dan data dari berbagai
bentuk dapat dengan mudah disimpan dan diakses. Ditengah – tengahnya teknologi
augmented reality membawa kita kedalam
sebuah realitas baru yang merupakan hibrida antara real dan unreal.
Sebuah wilayah kesadaran baru yang penuh eksplorasi. Dengan adanya
perpaduan ini terjadilah semacam ruang – ruang baru akan mendefinisikan cara
kita memandang dunia fisik dan non fisik.
Ada
beberapa subtema dalam cosmic, yaitu :
a. Chimera
merupakan istilah mitologi yang menggambarkan makhluk khayalan. Elemen dalam
chimera adalah repetisi. Mikro elemen yang berulang dan menghipnotis, membentuk
sebuah pola – pola kosmik dan asing, tidak lazim seperti bukan dari dunia ini.
Keyword : abstrak, goemetris, pola pengulangan warna gelap, eksotis.
b. Geodesic
semakin menjadi umum dan sering ditemui. Eksplorasi yang dramatis membuat
seakan – akan elemen struktural yang kaku dan berat menjadi cair fluid sehingga
memberikan karakter kuat pada objek. Keyword : bentuk geodesic, surealis,
struktur, matematis, seperti organik.
c. Flex
memainkan bentuk yang ilusif, berubah – ubah seperti sedang mamainkan persepsi
kita saat melihat objek. Bentuk struktural yang sangat matematis namun dengan
karakteristik yang dapat berubah bentuk. Keyword : fleksibel, geometris, lipat,
lipit mengembang, terstuktur.
d. Ethereal
merupakan energi unreal menjadi real karena siluet yang dibentuk oleh garis
yang kontras. Memberikan kesan yang terlihat solid namun tetap misterius.
Keyword : transparan, halus, ringan, pendar, berkabut, garis siluet.
e. Mineral
merupakan material alam dalam prosesnya mampu menciptakan pola yang menarik,
yaitu bentuk yang tidak terstruktur dan bertekstur kasar. Misalnya, kerang
abalone atau kerang mata tujuh mempunyai komposisi warna mineral yang menarik,
bermacam – mavam jenis abalone mempunyai jenis komposisi warna yang berbeda –
beda pula. Warna dan tekstur unik dari abalone ini menarik untuk dijadikan
inspirasi. Keyword : miberal, kasar, unfinished, sparkling, metalik.
(APPMI, 2011 : 64 -
79)
Berdasarkan pemaparan diatas yang dimaksud dengan trend
adalah kecenderungan akan suatu gaya berbusana yang ditandai dengan perubahan
perubahan dalam kurun waktu tertentu. Trend 2012 diatas dapat disimpulkan bahwa
fokus trend 2012 terbagi menjadi 4 tema yaitu chromatic, compass, citi – zen
dan cosmic.



